Langsung ke konten utama


ILMU ITU BUKAN YANG DI HAFAL TAPI YANG MEMBERI MANFAAT

       Ilmu adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan setiap manusia. Jangan menganggap bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban tetapi menuntut ilmu adalah sebuah kebutuhan primer yang sangat penting. kenapa kemudian sangat penting karena akan menjadi bekal manusia di dunia dan akhirat, dan untuk menjalani hidupnya dengan baik harus di landasi dengan ilmu yang baik pula. Tidak ada batasan untuk menuntut ilmu bahkan seorang yang bergelar professor, doktor dan kyai pun tetap harus belajar dan menuntut ilmu. Selain itu, ilmu juga merupakan ibadah yang agung sehingga allah menjadikannya bagian dari jihad fisabilillah. Orang yang berilmu mempunyai kedudukan yang tinggi dan mulia di sisi allah dan masyarakat. Al-qur’an menggelari golongan ini dengan berbagai gelaran mulia dan terhormat yang menggambarkan kemuliaan dan ketinggian kedudukan mereka. Mereka di gelari sebagai “al raasikhun fil ilm”(ali imran:7), “ulul al ilmi (ali imran:18) “ulul albab” (ali imran 190), “al a’limun” (al-ankabut:43), “alal ulama” (fatir:28), “al-ahya” (Fatir:35) dan berbagai nama baik dan gelar mulia lain.

      Proses untuk mendapatkan ilmu bukanlah hal yang mudah kita harus melalui jembatan jerih payah bahkan kita harus bersabar dan mengarahkan segenap jiwa untuk dapat menggapainya namun, ada kenikmatan yang akan kita dapatkan. seperti imam syafi’i berkata “jika kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan”

       Akan sangat berbeda orang yang memiliki ilmu dan tidak, akan berbeda pula ilmu yang bermanfaat dan tidak. Ilmu yang bermanfaat tidak akan peduli kedudukannya, ia tidak congkak, tidak bangga atas apa yang ia miliki, semakin ilmunya bertambah maka akan semakin tawadhu, tidak iri dengan orang yang ada di atasnya, dan tidak sombong dengan orang yang ada di bawahnya sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat ia akan selalu merasa benar, menganggap yang lainnya bodoh, terkadang lalai dan lupa sehingga mencintai kelebihan yang di milikinya. Seperti pepatah mengatakan “ketika ilmu kita gunakan dengan baik maka lebih mulia dari malaikat tapi ketika ilmu kita salah gunakan maka akan lebih rendah dari binatang”

       Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain, sekeras apapun kita menuntut ilmu, sebanyak apapun ilmu yang kita miliki tapi tidak memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain sama dengan nol. jangan pernah beranggapan bahwa ilmu bisa mengangkat derajatmu bila tanpa di amalkan Karena ilmu yang tidak diamalkan pada hakikatnya seperti makanan yang disimpan dan tidak pernah di makan, Sehingga makanan tersebut tidak ada gunanya bahkan membusuk dan dimakan ulat. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no.1631). benar ilmu itu sangat mahal, ilmu itu sangat berharga tapi ingatlah ilmu itu datangnya dari siapa? semua ilmu dan kelebihan yang kita miliki datang dari Allah swt. bayangkan jika allah mencabut 1 saja syaraf yang ada dalam otak kita sehingga kita tidak memiliki kemampuan untuk mengingat apapun. apakah kita masih bisa menyombongkan dan membanggakan ilmu yang di miliki? tentu tidak. jadi selama raga masih bernafas, berbagilah sebarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang-orang di sekitarmu tanpa pandang bulu. maka berbahagialah jika banyak orang yang berilmu karenamu.

Oleh: Immawati Nur Reski Amalia

#keilmuan
#salam_akselerasi
#FKIP_Satu
#FKIP_Berdiaspora

 


Komentar